Gemar Bermain Facebook, Hilang

KOMPAS.com — Situs jejaring sosial, Facebook, menelan korban. Paling tidak, itulah yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang sejak 10 hari lalu, diduga dibawa lari seorang lelaki yang baru dikenalnya lewat Facebook. Bahkan, sangat mungkin Latifah menjadi korban perdagangan perempuan.

Pjs Direktur Women's Crisis Center (WCC) Jombang Sholahuddin mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri keberadaan gadis yang biasa tampil berjilbab itu. Berdasarkan informasi sementara, kata Sholahuddin, Latifah kerap menggunakan Facebook sebelum menghilang.

Lebih mencurigakan lagi, dari buku harian milik Latifah diketahui ia sedang patah hati. “Sangat mungkin dia dibawa lari, bahkan dijual seseorang yang dikenalnya lewat Facebook,” tutur Sholahuddin, Rabu (21/10).

Selain terus melakukan investigasi, WCC, LSM yang bergerak di bidang pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan ini, juga sudah melaporkan perihal hilangnya Latifah ke Polres Jombang, dengan didampingi orangtua Latifah, Syafii Asyhari.

Ihwal hilangnya Latifah itu, menurut penjelasan Sholahuddin, bermula ketika pada Minggu (11/10) lalu Latifah berpamitan kepada Syafii Asyhari, ayahnya, untuk belajar kelompok dengan teman-teman sekolahnya. Meski diizinkan, Syafii meminta salah satu saudaranya untuk mengantarkan anak kandungnya itu berangkat ke rumah teman. Namun, sebelum tiba di tempat tujuan, tepat di pertigaan Desa Mojoduwur, Latifah minta cukup diantarkan di tempat itu saja. Alasannya, ada seorang teman yang akan menjemputnya.

Mendengar hal itu, tanpa curiga saudara ayahnya tersebut menurunkan Latifah di perempatan tersebut. Namun, malam harinya, Syafii terkejut karena ditelepon oleh Latifah, yang mengabarkan dirinya telah berangkat ke Jakarta guna mencari pekerjaan.

“Kepada Pak Syafii, Latifah bercerita keberangkatannya ke Jakarta atas ajakan seorang laki-laki yang dikenalnya lewat internet,” kata Sholahuddin. Selang dua hari kemudian, kata Sholahuddin, Latifah menelepon kakaknya. Kali ini, Latifah mengabarkan telah melakukan kawin siri dengan seorang laki-laki. Namun, keluarga tidak percaya begitu saja.

“Syafii curiga anaknya menjadi korban perdagangan perempuan. Sebab, Latifah sempat menceritakan, suaminya itu tidak bekerja, tapi memiliki banyak anak buah,” tutur Sholahuddin. Sayangnya, nomor telepon yang digunakan Latifah tidak pernah bisa dihubungi balik karena selalu berganti nomor setiap kali telepon.

Kasat Reskrim Polres AKP Heru Nurhidayat mengaku sudah menerima laporan hilangnya Latifah. “Kami masih melakukan penyelidikan guna mengetahui keberadaan si anak. Selain itu, kami juga berusaha mengungkap identitas terlapor,” kata Heru Nurhidayat. st8

0 komentar:

Posting Komentar

Toggle

jQuery

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates